Indonesian Working Group on Forest Finance - IWGFF

Pembalakan Liar Marak Lagi
Wednesday, 13 January 2010

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/01/116770/89/14/Pembalakan-Liar-Marak-Lagi

Rabu, 13 Januari 2010 12:25 WIB     

Pembalakan Liar Marak Lagi

MI/Benny Andriyos

JAKARTA--MI: Menteri Kehutanan Zulkifil Hasan menerima laporan dari daerah tentang makin maraknya aksi pembalakan liar di beberapa wilayah. Seusai pencanangan penanaman pohon trembesi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/1) Zulkifli mengatakan laporan itu di antaranya berasal dari Lampung, Sumatra Utara dan Kalimantan Timur.

Bahkan, lanjut dia, pembalakan liar juga mulai terjadi di daerah miskin hutan seperti Jawa Timur. "Memang rupanya 'illegal logging' ini luar biasa. Mereka memperoleh kesempatan di sela-sela kelengahan kita," ujarnya.

Menhut menjelaskan, para pembalak liar menggunakan kesempatan di antara pergantian anggaran tahun 2009 dan 2010. Di masa pengalihan tersebut, menurut Zulkifili, petugas di lapangan memang belum berkunjung ke daerah-daerah rawan pembalakan liar karena belum ada anggaran.

Meski secara keseluruhan angka pembalakan liar semakin menurun, tetapi aksi ilegal tersebut biasanya marak terjadi sejak pertengahan hingga akhir Januari. "Artinya menurun terus, tetapi akhir-akhir ini antara Desember-Januari ini memang petugas-petugas kita karena terkait dengan anggaran itu biasanya agak kurang ke daerah-daerah rawan itu. Biasanya mulai lagi dari 15 hingga akhir Januari. Nah, di sela-sela inilah dimanfaatkan para pelaku illegal logging itu," tutur Menhut.

Zulkifli mengatakan, para pelaku pembalakan liar itu sebagian besar adalah penduduk biasa yang kemudian menyetorkan hasil tebangan liar kepada bandar kayu. Menhut mengaku masih sulit untuk menangkap para bandar tersebut.

Untuk itu, ia meminta kerja sama erat dengan kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah untuk mengatasi pembalakan liar. Bahkan, Zulkifili mengatakan, Departemen Kehutanan berencana meminta satu staf ahli untuk ditempatkan di departemen tersebut.

"Kita minta staf ahli dari kepolisian yang berbintang dua, yang akan mengkoordinasikan dengan cepat kepada kapolda dan kapolres. Kita ambil satu tenaga dari kepolisian agar bisa bergerak cepat," jelasnya. (Ant/OL-06)