Indonesian Working Group on Forest Finance - IWGFF

News Brief IWGFF Edisi 2005
Wednesday, 27 April 2005
News Brief IWGFF Edisi 2005Lembaga keuangan nasional dan internasional berperan besar dalam menjadikan sektor kehutanan sebagai salah satu sektor unggulan non migas di Indonesia. Dengan dukungan lembaga keuangan ini, industri kehutanan termasuk industri bubur kertas dan pulp telah mengahasilkan devisa sebesar 6 milliar dolar AS sampai 9 milliar dollar AS setiap tahunnya. Namun demikian, sektor kehutanan telah gagal menjadi sumber pendapatan pemerintah dan telah gagal menjadi sektor yang layak bagi perbankan (bankable). Sektor kehutanan juga belum dapat menyelesaikan masalah kemiskinan di sektor hutan dan konflik-konflik sosial dengan masyarakat lokal. Industri kehutanan telah gagal mengelola hutan secara lestari dan menimbulkan konflik sosial dengan masyarakat sekitar hutan yang bergantung hidupnya kepada sumber daya hutan. Baru-baru ini, industri kehutanan seperti juga industri-industri yang lain di Indonesia telah memberikan beban yang berat kepada APBN karena utang mereka diambil alih oleh pemerintah. Seperti halnya lembaga keuangan, lembaga multilateral seperti Dana MOneter Internasional (IMF)  juga berperan besar dalam membiayai kegiatan eksploitasi hutan alam Indonesia. Melalui proses penyehatan perbankan yang didukung dengan pembiayaan dari IMF, Bank Dunia dan Consultative Group in Indonesia (CGI) uang sektor swasta termasuk utang industri kehutanan dialihkan menjadi utang pemerintah.

Dalam jangka pendek maupun jangka panjang, kredit perbankan dan utang pemerintah akan memberikan tekanan kepada hutan alam di Indonesia. Kedua instrumen keuangan ini akan memaksa industri kehutanan untuk mengeksploitasi hutan alam agar dapat mengurangi jumlah kredit perbankan dan utang pemerintah.

Donwload dokumen versi PDF : News Brief IWGFF Edisi 2005
 

Berita

Bencana dan Keseimbangan Alam

Wednesday, 18 August 2010

Sumber : http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=231412010-08-16 Bencana dan Keseimbangan Alam Oleh : Victor PH Nikijuluw"Kita juga selayaknya memberi apresiasi kepada pemerintah yang telah menambahkan unsur “pro-environment” kepada “Triple-Track Strategy” yang merupakan koridor berbagai aktivitas pembangunan selama lima tahun sebelumnya. Itu berarti setidaknya untuk lima tahun ke depan, aktivitas pembangunan nasional kita akan lebih bersahabat...
Selengkapnya...

Empat Pejabat Daerah Terdakwa Perambahan Hutan

Tuesday, 13 July 2010

Selasa, 13 Juli 2010 00:03 WIB      Penulis : Yennizar Lubis MI/Amiruddin Abdullah/ipMEDAN--MI: Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Koservasi Alam Kementerian Kehutanan menetapkan empat pejabat koperasi yang membuka lahan kebun kelapa sawit di lahan hutan produksi sebagai tersangka perambahan hutan, Senin (12/7). Mereka ditetapkan setelah melalui penyelidikan di Jakarta yang menemukan adanya keterlibatan mereka dalam perambahan hutan lindung seluas 1.200 hektare...
Selengkapnya...

Hutan Suaka Diusik, Beruang Masuk Desa

Tuesday, 29 June 2010

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2010/06/28/1554215/Hutan.Suaka.Diusik..Beruang.Masuk.DesaSenin, 28 Juni 2010 | 15:54 WIBdailymailIlustrasiPEKANBARU, KOMPAS.com — Seekor beruang setiap malam memasuki permukiman warga di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, sejak tiga hari lalu sehingga meresahkan warga setempat. "Beruang tersebut tak hanya datang ke permukiman warga, tetapi juga berusaha masuk ke rumah penduduk. Walaupun cuma...
Selengkapnya...

Berita lainnya...