|
Bencana dan Keseimbangan Alam |
|
Sumber : http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=23141 2010-08-16 Bencana dan Keseimbangan Alam Oleh : Victor PH Nikijuluw
"Kita juga selayaknya memberi apresiasi kepada pemerintah yang telah menambahkan unsur “pro-environment” kepada “Triple-Track Strategy” yang merupakan koridor berbagai aktivitas pembangunan selama lima tahun sebelumnya. Itu berarti setidaknya untuk lima tahun ke depan, aktivitas pembangunan nasional kita akan lebih bersahabat dengan bumi ini.
Ekosistem dunia saat ini dalam kondisi yang sangat labil atau tidak seimbang, ditandai dengan bencana alam masif yang terjadi di berbagai belahan bumi pada minggu terkahir ini. Inilah tanda-tanda akhir zaman zenocoic, yang menurut theologis Thomas Berry adalah ketika peradaban manusia menghancurkan muka bumi ini yang akan berakhir pada kehancuran dan kerusakan total. Bumi memang semakin tua, semakin sarat bebannya. Daya dukungnya yang terbatas terpaksa memikul beban dan kreasi hidup manusia yang semakin banyak, semakin variatif, semakin eksploitatif, semakin intensif pengurasan isi bumi, dan pada gilirannya semakin banyak polusi dan sampah yang dikembalikan ke bumi. Terjadi deplesi dan degradasi sumberdaya alam serta ketidak- seimbangan ekologis yang membuat phenomena bencana menjadi realitas alam. Memang bencana adalah akibat di alam yang sudah rusak dan tak seimbang fungsi eko- logisnya. Pada minggu lalu, banjir besar menyerang Pakistan yang mematikan lebih dari 1.500 orang serta jutaan lainnya yang menjadi korban. Diprediksi, hujan akan belum berhenti di negara ini. Semacam ini belum pernah terjadi di kawasan bumi yang selama ini lebih sering kering iklim dan cuacanya. Pada saat yang sama, air bah disertai lumpur juga menghacurkan Gansu, kawasan barat laut Tiongkok, menguburkan beton-beton kota dan menewaskan lebih dari 1,000 orang. Banjir bandang yang terbesar di Tiongkok ini terjadi karena hujan angin yang menerjang ekosistem hutan, dataran tinggi dan hulu sungai yang ternyata sudah rusak. Kemampuan kawasan itu untuk menampung air hujan yang tiba-tiba turun sudah jauh berkurang, membuat erosi tidak terelakkan. Ketika curah hujan di atas normal melanda Asia, sebaliknya di Rusia terjadi gelombang panas yang sangat ekstrim. Kebakaran hutan terjadi merata di banyak tempat, mengalirkan udara panas dan asap yang beracun ke kota Moskow, mengakibatkan angka kematian per hari naik dua kali dari keadaan normal. Inilah musim kering terpanas dalam milennium terakhir. Begitulah hukum alam, semacam hukum kekekalan energi. Ketika terjadi hujan di satu tempat, pasti di tempat lain di bumi ini terjadi kekeringan. Diperburuk oleh kerusakan ekosistim bumi maka di waktu yang sama ada tempat-tempat yang dilanda hujan deras, ada yang semakin tinggi curah hujan dan taufan, ada yang kering, ada pula yang sangat kering. Kejadian-kejadian alam ini terjadi di luar kebiasaan dan kemampuan prediksi, menyimpang dari trend yang selalu menjadi referensi. Ketidak-seimbangan |
|